Merupakan bisnis online andalan kebanyakan publisher di Indonesia. Banyak yang sukses, tapi lebih banyak yang gagal…hahaha. Kenapa yang gagal lebih banyak? Karena mungkin masih dalam taraf coba-coba, minim ilmu tentang Adsense itu sendiri dan tidak mau berusaha lebih dalam mencari letak kegagalannya tersebut.

Lantas CakSis sendiri apa juga sudah sukses main Adsense? Haha…belum juga…asli ini malu, tapi karena kata hati ini ingin ditulis ya sudahlah sambil melatih insting dalam menulis artikel yang tepat. CakSis sendiri kenal Adsense sudah lama mungkin tahun 2004-2005, tapi masih sebatas menutupi rasa penasaran saja sudah daftar waktu itu. Kalau dulu mudah sekali langsung approve, bekal alamat email dan website, 99% langsung approve….hahaha. Dulu kiblatnya adalah om Joelcomm untuk Adsense ini, pernah sampai print dan jilid ebooknya yang ratusan halamannya, tapi malas bacanya…hahaha. Maka dari itu jadilah sebuah kegagalan.

Semakin bertambah tahun tentu saja semakin banyak yang daftar nih ke Adsense, jadilah aturan semakin diperketat. Kalo ingat ini kenapa dulu ndak ternak Adsense saja sekalian ya…hahaha. Memasuki tahun 2010 an keatas sampai sekarang sudah banyak publisher Indonesia yang bergabung, bahkan sampai diperjualbelikan akun Adsense nya hanya untuk mengejar keuntungan sesaat.



Sampai mulailah Youtube bergabung dengan Adsense Hosted nya, masih menjadi primadona nih dengan banyaknya youtuber yang merajalela membuat konten video yang asal jadi dan upload macam-macam video punya sesama youtuber juga main di upload lagi…hahaha, hadeehhh. Badai terus merambah dengan semakin diperkencang ketatnya saat mendaftar, dan akhirnya Youtube memperketat aturan monetize nya, jadilah hari duka youtuber sedunia karena kebanyakan channel yang dibuat asal jadi pasti sulit untuk bisa di monetize.

Kembali ke Adsense (non hosted) yang selalu menjadi idola publisher sedunia karena Google sebagai perusahaan yang menjalankannya tentulah menjadi jaminan untuk selalu tepat waktunya pembayaran. Kalo dulu hanya bisa lewat Western Union dan memakai Dollar sebagai mata uangnya, tapi sekarang sudah banyak publisher yang memakai Bank sebagai alat terima pembayarannya dengan mata uang negara masing-masing.