Sudah agak lama kiranya Caksis tidak menulis catatan disini. Bukan karena kesibukan yang berarti sebenarnya, tapi hanya didominasi oleh rasa malas saja untuk menulis, jadi otak juga serasa beku kekurangan asupan gairah dalam menulis.

Selama dalam kurun waktu tidak menulis catatan disini, tentunya banyak hal yang ingin Caksis sampaikan dalam blog ini, mungkin hanya sebagai kenangan, atau memang benar-benar isi hati berupa kegelisahan, rasa senang, sedih atau apalah…entahlah. Lebih kurang 2-3 bulan tidak ada catatan baru, sehingga blog ini serasa mati suri walaupun nafas masih ada tapi hanya sekedar ditengok saja oleh yang punya.

Ok lah…langsung saja Caksis mau bicara nih tentang Pilpres 2019 nanti yang diselenggarakan di bulan April 2019. Begitu banyak berita yang menyajikan tentang Pilpres ini, baik dari sang Capres dan Wapres ataupun dari tim suksesnya yang bekerja dengan semangat menerjang badai hujatan, cacian dan pujian yang datang silih berganti tanpa henti. Siang malam berita tanpa henti disajikan di depan kita para pemilih, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang bikin heboh satu negara.

Pemilih pemula pasti ada yang dibuat bingung mau pilih yang mana. Gesekan sana sini tentu saja bisa mempengaruhi pilihan masing-masing. Dan itulah kenapa perlu diadakan debat, perlu diadakan pengenalan capres dan wapres dan tentu saja berbagi visi misi yang akan dibawa guna membawa perubahan yang lebih baik di negara tercinta sendiri.

Lha terus kalo Caksis mau pilih yang mana nih di antara 2 tersebut ?? Sungguh pertanyaan yang tidak harus dijawab, tapi setidaknya Caksis sudah punya pilihan sendiri dan itu insya Allah sudah tidak bisa dirubah karena berbagai macam gesekan tadi. Keyakinan pilihan Pilpres nanti harus datang dari hati dan tidak perlu lah kita umbar kesana kemari yang akan semakin membawa kekeruhan di masa politik sekarang ini, sedikit gesekan antara 2 pemilih yang berbeda bisa berakibat kekerasan dan itu sudah banyak sekali kita saksikan di televisi.

Sekedar tekanan kata untuk semua pemilih di Pilpres nanti, jadilah pemilih yang kalem, adem dan bisa membawa suasana kehangatan di antara sesama. Cerminan diri kita akan tampak bila kita sedang menghadapi sesuatu yang berbeda dengan keyakinan kita. Bisa jadi kita menjadi pemarah, perusak dan anarkis atau kita bisa menjadi pribadi yang tenang, toleransi dan menghargai semua perbedaan.