Sebagaimana kita ketahui, proses pemilihan presiden telah selesai dilaksanakan pada bulan April 2019 yang lalu. Dan sekarang tentu saja kita sudah kita ketahui bersama untuk pemenangnya adalah Capres dan Cawapres dari nomor 01. Namun proses tersebut masih belum final, terbukti dengan adanya proses sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi yang hingga tulisan ini diposting masih berlangsung.

Tentu saja setiap adanya proses pemilihan, pasti ada pendukung dan yang tidak mendukung. Itu adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi, karena setiap orang berhak menentukan pilihannya masing-masing tanpa adanya paksaan.

Bisa kita tengok ramai di sosial media tentang ungkapan-ungkapan dari para pendukung setiap capres tersebut. Tahun ini bisa dikatakan sosial media menguasai banyak elemen kampanye karena cakupannya yang lebih luas tidak terhalang waktu dan tempat. Mulai dari facebook, twitter, forum-forum dan lain-lain banyak yang bisa kita jumpai keramaian di dunia maya.

Tapi ada beberapa hal yang CakSis tidak sukai adalah apabila pembelaan terhadap salah satu pasangan capres dan cawapres sampai harus mengeluarkan kata-kata yang tidak beradab, menyinggung personal dan perasaan orang lain. Dan itu mudah saja kita lakukan di sosial media karena kita tidak bertatap muka dengan orang lain, hanya lewat ketikan terkadang umpatan dan cacian justru keblabasan.

Bagi CakSis, tidak ada manusia yang sempurna. Sekelas pasangan calon pemimpin kita sekalipun, pasti ada banyak kekurangan selain juga banyak kelebihan yang dimilikinya. Tahap proses ini belumlah selesai dan semuanya belum final, namun apapun itu proses yang kita lalui semuanya adalah sebuah proses untuk pendewasaan bagi para pendukung masing-masing pasangan capres dan cawapres.

Terlepas dari berbagai macam “atraksi” yang diperlihatkan para elite politik ataupun penyelenggara pemilu, sikap tenang dan sabar lah yang kita perlukan sekarang ini. Karena apapun hasil putusan dari sidang Mahkamah Konstitusi nanti, itulah hasil dari takdir Tuhan terhadap bangsa ini