Hhhmmm…..tak terasa sudah lebih dari 3 bulan sejak kejadian insiden di engkel kaki. Banyak hal yang mungkin terlewatkan, banyak hal juga yang mungkin tidak bisa dilakukan karena kondisi kaki yang diharuskan tanpa banyak gerak untuk sementara. Acara maulid, acara haul, acara pengajian dan tahlilan serta beberapa acara keluarga dan termasuk jadwal rutin untuk “ngintun” ke putri tercinta yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Assuniyyah, Kencong.

Banyak hal yang memang bisa untuk direnungkan ketika kita menghadapi kesusahan, kesedihan dan atau berbagai macam kesulitan yang lainnya. Terbersit dalam pikiran CakSis, kenapa aku yang harus mengalami kejadian seperti ini? Kenapa semua ini terjadi? Seandainya tahu begini kejadiannya tentu aku tidak akan ke tempat itu, ke tempat terjadinya insiden ini…?? Namun ibarat daun yang jatuh dari pohonnya, semua sudah ada ketetapan di sisi Nya, termasuk waktu, tempat dan kronologis kejadiannya. Semua sudah digariskan terjadi seperti ini, tidak ada yang harus disesali. Tinggal kita saja yang memang diharuskan bersabar dan kalau bisa tetaplah bersyukur dengan semua ketetapan Nya.


Melihat dari waktu yang sudah lebih dari 3 bulan, tentu saja banyak perkembangan untuk luka ini. Walaupun hanya berobat ke alternatif, namun semua itu juga termasuk sarana usaha untuk menuju kesembuhan. Semula memang harus memakai 2 kruk tentu saja, tapi sekarang Alhamdulillah sudah bisa memakai 1 kruk walaupun masih terasa ada rasa kaku pada sisi yang luka. Insya Allah hanya rasa kaku dan kalau dipakai berjalan agak jauh atau kegiatan jalan kaki yang lama terasa pegel-pegel dan linu di bawah mata kaki.

Ibarat anak bayi yang baru belajar berjalan, seperti itulah rasanya. Berkendara pun juga belum bisa mengendarai sendiri, hanya bisa duduk di belakang. Namun semua harus disyukuri karena untuk bisa lebih baik pikiran positif juga diperlukan supaya tidak ada ganjalan di hati dan Insya Allah juga bisa mempercepat proses penyembuhan terhadap luka apapun.

Untuk yang sekarang sedang dalam keadaan sedih, susah dan dalam kesulitan apapun, tetaplah optimis dan jadikanlah Allah hanya sebagai tempat kita berharap dan bergantung. Pikiran tetap tenang, terimalah dengan hati yang lapang dan tetaplah berpikiran positif tentang keadaan kita.