Youtube masih tetap menjadi platform yang bisa diandalkan untuk menampung berbagai macam video dokumentasi dan video yang bersifat monetisasi. Hampir seluruh manusia di bumi ini pasti mengenal platform Youtube yang selain mudah diakses, juga banyak berbagai macam materi video, musik, film yang mengandalkan platform ini sebagai ajang pendulang penonton. Walaupun ada banyak penyedia platform unggah video yang lain, Youtube lah yang paling banyak dicari dan ditonton.

Sebuah prospek atau peluang bisnis yang luar biasa. Bahkan di tengah sepinya pekerjaan para artis media televisi atau artis penyanyi atau segala macam jenis artis yang lain, maka mulai beralihlah mereka ke ranah platform Youtube. Gempuran video para artis dengan menampilkan karya-karya mereka atau menampilkan kehidupan keseharian mereka menjadi daya tarik sendiri tentunya bagi orang awam. Apalagi ditunjang kemampuan modal yang cukup, semakin menambah kualitas video yang mereka tampilkan.

Namun di tengah keramaian para Youtuber, ada banyak juga Youtuber lain yang bekerja dengan modal minim memanfaatkan kualitas video dari smartphone atau kemampuan pribadi yang unik. Video unboxing sebuah produk, review produk tertentu adalah contoh salah satu video yang bisa dikerjakan oleh seorang pemula. Walaupun tampak sepele, namun video unboxing ini juga bisa dijadikan sebagai alat bukti apabila kita kebetulan menerima produk yang cacat dari seller. Karena di jaman serba online ini, jual beli produk online adalah hal yang biasa dan dipisah jarak dan waktu, maka tidak mungkin untuk berhadapan langsung dengan seller dan jadilah video unboxing ini sebagai bukti otentik untuk klaim produk yang dijual kurang sempurna kondisinya.

Di sisi lain, maraknya pekerja Youtuber ini juga mulai menjadi target pemerintah untuk menerapkan pajak penghasilan sebagai salah satu profesi tertentu. Tidak hanya di Indonesia, negara sebesar Amerika Serikat pun juga mulai menerapkan aturan pajak buat konten kreator yang mentargetkan negara mereka sebagai sasaran viewer terbanyak. Memang sudah menjadi kelaziman bahwa pendapatan berupa $ lebih menghasilkan apabila di kurs kan ke dalam mata uang kita. Walaupun begitu untuk Youtuber yang mentargetkan lokal juga tidak kalah menghasilkan rupiah apabila memiliki viewer yang setia dengan menjadi subscriber bagi mereka.

Pekerja online memang masuk dalam kawasan abu-abu sebagai seorang wajib pajak karena pendapatan yang naik turun dan tidak adanya kepastian jenis profesi yang dijalani di kartu identitas. Walaupun begitu pendapatan pekerja online seperti Youtuber juga tidak bisa diremehkan apabila memiliki channel yang sudah mapan dengan subscriber yang banyak. Bisa mengalahkan gaji pekerja kantoran dengan aturan jam kerja mereka yang cenderung ketat. Untuk itu tidak bisa dipungkiri bahwa pajak sebagai salah satu sumber pendapatan negara terbesar mulai menyentuh ke ranah online.

Namun sebagai warga negara yang baik tentu saja kita harus senantiasa menurut kepada aturan pemerintah, selain untuk kebaikan kita sendiri, pastilah pajak tersebut akan digunakan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah.

Tetap semangat…!!!