Home Blog Page 2

Like father, like daughter

0

Tepat di tanggal kemarin 20 Maret, CakSis dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mulia. 42 tahun telah berlalu dan beliau sudah meninggalkan dunia ini terlebih dahulu sebelum semua keinginannya tercapai untuk bisa melihat dan merasakan kesuksesan anak-anaknya. Terima kasih ibu sudah memberi pelajaran hidup yang sempurna untuk menghadapi kehidupan ini dengan lebih baik dan bijaksana dalam bersikap. Semua cerita-cerita pengalamanmu, cerita tentang masa lalumu, cerita tentang masa kecilku…semua menjadi inspirasi terindah dalam kalbuku. Terima kasih ibu…dan juga perjuangan seorang bapak untuk berusaha memenuhi kebutuhan kami.

Dan juga di tanggal kemarin sedikit kejutan kecil dari putri pertama CakSis. Sebuah catatan kecil dengan kata-kata yang mencerminkan arti dari sebuah harapan dan sebuah cita-cita dari seorang anak. Kata-kata yang disusun dengan indah, dengan bahasa yang Masya Allah demikian tertatanya. Walaupun tidak disampaikan secara langsung, namun semua itu seperti dirinya berhadapan dan berkata lembut dalam tulisan tersebut. Dan tulisan itu ditulis sebelum tanggal kemarin sewaktu dia masih ada di rumah.

Mati Esok atau Hidup Selamanya, Sebuah Renungan Kehidupan….

0

Sering kita mendengar sebuah ungkapan “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok”. Ungkapan yang sarat makna sebagai penyemangat dalam melakukan sebuah aktifitas yang bersifat dunia atau akhirat (kehidupan setelah mati).

Sebagai manusia biasa tentunya kita memiliki keinginan sederhana untuk bisa hidup selamanya bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Terlebih lagi dalam mengejar sebuah cita-cita, sebuah keinginan yang tentunya juga harapan untuk bisa mencapai hidup bahagia bersama keluarga untuk selamanya. Dengan cara bekerja, belajar, dan berusaha semaksimal mungkin demi sebuah asa yang cepat atau lambat ingin segera kita wujudkan. Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan engkau akan hidup selamanya.

Kosong

1

Ya..kosong merujuk pada tidak adanya update terbaru pada Blog ini selama hampir 4 bulan. Vakum tanpa isi karena selama beberapa pekan belakangan kebetulan juga komputernya lagi off karena problem klasik kabel UPS dimakan tikus yang mengakibatkan hardware berupa Power Supply terkena imbasnya jadi mati total..:D. Sungguh sebuah perkara yang membuat geleng kepala ini…

Ditambah juga kondisi kesehatan CakSis ikut drop. Gejala darah tinggi selama hampir 2 tahun belakangan masih terus bergelayut, imbasnya juga terpaksa libur dulu untuk donor darahnya. Demam dan kepala terasa berdenyut, semakin komplit aja mengurangi jatah istirahat saat malam harinya. Seperti halusinasi, kalau ingat waktu demam di waktu kita masih kecil juga sering mengalami semacam mimpi buruk yang membuat kita ketakutan.

Passive Income, Pahala atau Dosa Pasif…?

0
Sumber gambar: https://asset.harianaceh.co.id

Istilah Passive Income lebih dikenal dalam dunia Multi Level Marketing. Meskipun pada dasarnya Passive Income ini adalah tujuan hidup semua orang. Diartikan sebagai sebuah pendapatan/penghasilan yang terus mengalir meskipun kita dalam keadaan bagaimanapun. Tanpa kerja keras, tanpa berusaha lebih, ditinggal tiduran pun penghasilan tersebut terus mengalir. Namun pernahkah kita berpikir bahwa dalam agama Islam pun, ada istilah Passive Income dengan analogi yang berbeda…

Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia setelah meninggal dunia hanya akan meninggalkan 3 perkara yang masih membawa manfaat di alam barzah untuk dirinya. Orang yang sudah wafat tentu saja tidak bisa berusaha untuk dirinya sendiri. Dan tiga perkara tersebut antara lain anak yang senantiasa mendo’akannya, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah. Tiga hal fundamental yang wajib kita persiapkan apabila menginginkan passive income ukhrowi berupa pahala yang akan terus mengalir sampai hari kebangkitan.

Rehat di Dira Park

0

Dengan adanya putri CakSis yang sedang mondok di Ponpes Assuniyah-Kencong, maka perjalanan ke Kencong adalah hal yang sering CakSis sekeluarga lakukan. Relatif dekat untuk jarak Lumajang-Kencong hampir sama dengan jarak Lumajang-Jatiroto sekitar 25 km. Mengendarai roda dua bisa ditempuh sekitar 30 menit.

Waktu kunjung yang hampir sepekan sekali CakSis lakukan terkadang juga membuat jenuh setelah bercengkerama dengan sang putri. Terkadang dan lebih seringnya dalam perjalanan pulang, CakSis sekeluarga menyempatkan diri untuk sekedar istirahat, sholat dan makan di salah satu tempat peristirahatan, antara Dira Park dan Larisso Cafe & Resto. Tempatnya yang berdekatan bisa CakSis jadikan pilihan yang memang mempunyai kenyamanan sebagai tempat rehat.

Branding “CakSis”

0

Brand atau istilah mudahnya adalah sebuah merk, simbol, atau tanda khusus yang melekat pada suatu produk. Branding adalah suatu cara atau metode untuk mengejar “trust” dari orang-orang atau konsumen agar dalam alam bawah sadar mereka, ketika di ingatkan tentang suatu simbol, kata-kata, atau tanda, maka orang itu akan langsung menyebut brand kita.

Branding mulai populer pada saat ini, apalagi sekarang industri startup atau perusahaan yang baru berkembang untuk mencari pangsa pasar mulai ingin bersaing guna merebut “trust” tersebut dari pemain lama. Banyak sekali seminar dan workshop yang pernah diadakan untuk metode branding ini. Baik metode online atau offline tujuannya adalah sama, merebut “trust” dari konsumen untuk beralih ke brand yang kita miliki.

Mondok

0

Kehidupan di Pondok Pesantren bukanlah suatu hal mudah. Terutama bagi para pendatang/murid baru. Hal yang utama dilakukan adalah caranya untuk bisa beradaptasi dengan suasana lingkungan yang tentunya akan sangat jauh berbeda dengan suasana lingkungan di rumah sendiri. Keputusan untuk menempuh pendidikan lebih lanjut di sebuah Pondok Pesantren adalah sebuah keputusan yang berani dengan segala konsekuensinya yang akan berdampak pada kedua orang tuanya dan anak itu sendiri.

Alhamdulilah sudah lebih dari setahun ini, putri pertama CakSis menempuh pendidikan setingkat Menengah Atas atau MAN di sebuah Pondok Pesantren di daerah Kencong, Jember. Bisa dibilang keputusan tersebut adalah murni dari anaknya sendiri, karena sejak lulus dari sekolah MI sebenarnya sudah meminta untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren. Namun sebagai orang tua, tentunya CakSis dan istri juga mempunyai pertimbangan lain untuk lebih mempersiapkan diri tingkat kedewasaan pada si anak dan lebih menata persiapan mental pada sebuah perpisahan yang akan terjadi.

Popular Posts

My Favorites

Jualan Online

Dunia maya adalah dunia tanpa batas. Melewati batas ruang dan waktu yang menjadikan seseorang terasa lebih dekat walaupun dipisahkan jarak ribuan kilometer...