Tadi pagi CakSis hadir di Pengajian Majelis Ahad Pahing di Masjid Agung Anas Mahfudz Lumajang. Pembicaranya adakah K.H Ahmad Sadid Jauhari dari Kencong. Beliau adalah pemimpin Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong – Jember.

Poin yang disampaikan Beliau adalah kajian dan perenungan diri untuk mempersiapkan di kala menghadapi sakaratul maut. Materinya sederhana dan mudah dicerna, tapi kandungan isi dalam materi tersebut layaklah jika kita sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang mati, kita semua pasti mati. Mau yang anak-anak, remaja, muda-mudi dan orang tua, semua pasti mati..hanya masalah waktu itulah yang menjadi misteri. Bagi orang Islam, wajiblah kita mempercayai adanya kehidupan setelah mati, surga dan neraka serta hari pembalasan. Inti dari datangnya kematian yang misteri itu, supaya kita bisa bersiap diri, tidak terlena dan selalu mawas diri dengan mengisi hidup ini melakukan sesuatu yang bernilai ibadah dan atau kebaikan.

Wujud dari usaha kita dalam memperjuangkan kualitas hidup yang senantiasa bernilai ibadah dan kebaikan adalah saat kita menghadapi sakaratul maut. Begitu pedihnya rasa sakit sakaratul maut tersebut sampai Nabi Muhammad SAW menggambarkan rasa sakitnya bagaikan kita ditusuk 300 pedang. Rasa sakit itu menyebar ke seluruh urat, nadi, syarat dan persendian seperti ditarik-tarik dari ujung kaki ke kepala.

Namun dibalik rasa sakit itu, ada suatu hijab yang terbuka, akan diperlihatkan stasiun terakhir kita nanti di akhirat. Ada surga, ada neraka. Itulah sebabnya kita kadang melihat orang yang sudah mati ada yang tampak seperti tersenyum, sumringah karena sebab dibukanya hijab tersebut. Hujan sehari, menutup kemarau yang panjang. Ibarat kita lelah di saat pulang kerja, namun di saat kita melihat anak dan istri di rumah menunggu dengan sambutan ceria, hilanglah rasa lelah tersebut.

Dan akhirnya CakSis berharap dan berdo’a senantiasa, semoga kita semua diampuni dosanya, termasuk orang tua kita, guru-guru kita, anak dan istri kita, dan semua leluhur-leluhur kita sehingga bisa digolongkan sebagai golongan orang-orang yang menerima rahmat Allah.

Semoga kita semua digolongkan sebagai orang-orang yang Khusnul Khotimah dalam menjemput ajal nanti, dan menerima syafaat dari junjungan, kekasih kita, panutan kita, idola kita, cahaya hati kita, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Aamiin…Aamiin….Aamiin