Sungguh ku tak berharap usiaku panjang…jika itu hanya akan menambah beban dosaku.
Aku pun juga tak berharap usiaku pendek…hanya karena ingin selalu bersamamu kembali.
Kurang makan, kurang tidur…semua hanya karena ingin menyambut “tamu” yang mulia.
Sungguh ku berat melepasmu…karena hati ini masih “rindu”.

Kemarin kau datang dengan “sekarung” oleh-oleh…namun tak mampu kunikmati semuanya.
Kemarin kau datang dengan “bundelan” kenikmatan akhirat…namun lagi-lagi tak mampu kuraih semuanya.
Oh Ramadhan….janganlah kau pergi.
Oh Ramadhan….belum puas rasanya ku bersamamu.
Oh Ramadhan….kan terus terngiang “suaramu”.


Pantaskah aku bergembira di hari raya esok ???
Pantaskah aku merasa riang melepas kepergianmu???
Sementara dosa terus menempel menjadi daki.
Dosa yang akan terus bertambah sepeninggal mu.
Benarkah diri ini kembali menjadi suci setelah kepergianmu???

Ramadhan…janganlah kau pergi.
Ramadhan…ijinkan ku bersamamu lagi terus dan seterusnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here