Kata REZEKI biasanya identik dengan uang atau berupa kemampuan finansial. Walaupun kata REZEKI itu sendiri memiliki makna yang lebih luas, tapi terlanjur sudah menjadi kebiasaan bahwa REZEKI adalah sama dengan uang. Padahal REZEKI menurut bahasa adalah berupa segala sesuatu yang kita pakai atau kita dapatkan yang pada hakikatnya “diberikan” oleh Allah kepada setiap makhluk-Nya tanpa terkecuali.

Uang memang bukanlah segalanya, tapi segalanya di saat seperti ini membutuhkan uang. Mulai dari hal urusan terkecil sampai hal urusan kebutuhan manusia yang lain, semua memang terkadang sebagian besar membutuhkan uang. Namun apakah benar, bahwa rezeki itu adalah sama dengan uang ???


Sebagai contoh pada postingan ini tentunya kita tahu bahwa segala kesulitan hidup, segala permasalahan hidup pada hakikatnya adalah sebagai buah dari perbuatan kita sendiri. Sebagai hasil dari pemikiran kita sendiri yang menganggap bahwa “orang miskin” berarti orang yang rezeki nya kecil dan sebaliknya “orang kaya” berarti orang yang rezeki nya besar. Anggapan seperti itu SALAH BESAR…masih sering kita jumpai orang yang fakir miskin pun malah lebih bahagia daripada orang yang kaya raya.

Setiap makhluk di dunia ini sudah mendapat “jatah/takaran” rezekinya masing-masing dari Allah. Dikatakan seperti itu karena kalau sudah habis takaran rezeki kita, maka saat itulah kita sudah mendekati ajal. Apa yang kita miliki sekarang berupa istri/suami yang baik, anak yang membanggakan, kesehatan yang prima, dan semua hal yang sifatnya baik menempel pada diri kita..itulah rezeki dari Allah. Dan apapun yang tidak baik itu karena hasil dari hawa nafsu kita sendiri yang juga terus menggerogoti rasa syukur kita kepada Allah.

Namun demikian meskipun sudah ada “takaran” rezeki tersebut, masih wajiblah kita untuk selalu berusaha dan berdo’a guna “menjemput” rezeki kita tersebut. Menurut beliau gurunya CakSis dahulu pernah berpesan bahwa salah kalau kita dikatakan kita masih mencari rezeki dalam setiap pekerjaan dan usaha, karena pada hakikatnya rezeki kita sudah ada, tinggal menjemputnya saja. Kata mencari bisa berarti hasil akhirnya adalah tidak ketemu walaupun sudah dicari kemana-mana, sedangkan kalau menjemput berarti sudah ada hanya tinggal ambil saja dengan berbagai upaya dan usaha serta do’a.

Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita. Hanya kita saja yang seringkali berburuk sangka kepadaNya. Sehingga membuat kita semakin jauh dan jauh dariNya. Teruslah berdo’a dan memohon kepada Allah, bahkan kalau perlu semua kebutuhan kita sampaikan kepadaNya sampai ke hal yang paling kecil.

Untuk itu disini CakSis ingin menyampaikan juga sebuah aplikasi “Kumpulan Video Amalan Doa Magnet Rezeki” yang berisi beberapa video dari Youtube yang memberikan amalan doa khusus untuk kerezekian.

Get it on Google Play