Masih napak tilas dengan peninggalan sang maestro kerajaan Majapahit dan kerajaan Lamajang, yaitu Arya Wiraraja. Di sebuah Dusun yang bernama Duko, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang ada sebuah telaga atau sendang yang menurut cerita berkaitan erat dengan Arya Wiraraja.

Menurut mitosnya, sendang atau telaga ini terwujud dari kesaktian Arya Wiraraja yang pada saat itu memberi solusi untuk kesusahan rakyatnya yang mengalami kekeringan dan kesulitan mengairi sawahnya. Seketika ditancapkannya tongkat saktinya dan setelah tongkat dicabut, memancarlah sebuah sumber mata air dan terkumpul menjadi sebuah telaga yang saat ini terkenal disebut dengan Sendang Arya Wiraraja.

Lokasinya mudah dicapai oleh kendaraan roda dua atau roda empat. Dari pusat kota memakan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke lokasi. Daerahnya sepi dan suasananya masih alami sekali dengan rimbunnya pepohonan dan pemandangan persawahan yang menghijau. Tidak jarang banyak juga muda-mudi berkumpul dan berfoto ria.

Menurut mitos juga, lokasi ini menjadi kolam pemandian pada masa kerajaan dahulu kala. Sehingga tentu saja daerah yang dianggap sebagai persinggahan para raja dan keturunannya adalah termasuk daerah yang suci, maka untuk diharapkan untuk pengunjung bisa menjaga perbuatan dan perkataan yang bersifat buruk dan kotor. Karena masih menurut mitos warga sekitar, orang yang berbuat demikian akan ditenggelamkan ke dasar sendang oleh makhlus halus penunggunya.