Situs Biting ini terletak di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Situs ini adalah bekas bangunan benteng di era kejayaan Kerajaan Majapahit. Diperkirakan area sesungguhnya adalah sekitar 135 hektar yang memang terbilang luas karena Situs Biting ini juga sebagai ibu kota Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan Arya Wiraraja sebagai pendirinya.

Kemegahan Situs Biting ini tidaklah lepas dari cerita sang pendiri, yaitu Arya Wiraraja yang merupakan sebagai partner dari pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya. Pada masanya saat pasukan Mongol berniat menyerbu Kerajaan Singasari, namun ternyata Kerajaan Singasari sudah tinggal nama karena sepeninggal Raja Kertanegara, Kerajaan Singasari terus mengalami kemunduran dan akhirnya sejarah berganti ke Kerajaan Kediri dengan Prabu Jayakatwang sebagai raja terakhir.

Pada waktu itu, Raden Wijaya masih dalam tahap mendirikan cikal bakal Kerajaan Majapahit. Dan sebagaimana tertulis dalam sejarah, Raden Wijaya adalah menantu dari Raja Kertanegara. Dan dengan nasihat dari Arya Wiraraja, maka dihasutlah pasukan Mongol dengan mengabarkan bahwa pengganti dari Kertanegara adalah Prabu Jayakatwang dari Kerajaan Kediri dan tentu saja Pasukan Mongol meraih kemenangan dengan mudah karena tidak adanya persiapan dari Kerajaan Kediri disaat pasukan Mongol menyerang.

Setelah kemenangan tersebut, dibuatlah pasukan Mongol mabuk dengan disediakannya minuman-minuman yang memabukkan oleh Raden Wijaya. Setelah benar-benar mabuk, kemudian pasukan Mongol tersebut diserbu oleh pasukan Raden Wijaya dan tentu saja sesuai perhitungan akhir pasukan Mongol banyak yang terbunuh, lari kembali negaranya atau lari ke daerah lain.

Sekarang tinggallah Raden Wijaya sebagai penguasa trah Singasari dan Majapahit pun semakin besar dan menguasai sebagian besar Asia. Sebelumnya sesuai dengan perjanjian antara Raden Wijaya dan Arya Wiraraja atas keberhasilannya mengusir pasukan Mongol, maka kerajaan Majapahit di Pulau Jawa dibagi 2 bagian, wilayah barat untuk Raden Wijaya dan wilayah timur untuk Arya Wiraraja dengan daerah Lumajang sebagai ibu kotanya.

Dan tidaklah heran jikalau peninggalan Situs Biting ini demikian luas karena saat itu didukung penuh oleh penguasa Majapahit. Namun pada akhirnya atas hasutan seorang punggawa kerajaan setelah raja berganti ke putra Raden Wijaya, kerajaan Lamajang diserbu dan dibumihanguskan. Sampai sekarang yang tersisa adalah tumpukan batu bata yang hanya berbentuk kotak dengan area kosong didalamnya, serta penemuan lain yang belumlah tuntas dan menggambarkan kondisi sesungguhnya dari kebesaran kerajaan Lamajang.